Dapatkan Buku-Buku Genta Hidayah di
Genta Hidayah in Bukalapak
Genta Hidayah in Tokopedia
Genta Hidayah in Matahari Mall
Genta Hidayah in Lazada
Tinggalkan komentar untuk buku
Minhajul Muslimah
Masukkan Nama Anda!
Masukkan Email Anda!
Masukkan Komentar Anda!
gambar
Masukkan Kode Verifikasi!
Minhajul Muslimah
Minhajul Muslimah
Minhajul Muslimah(2)

Masyarakat jahiliah menempatkan wanita di tempat yang paling rendah. Saat para istri melahirkan anak laki-laki, mereka bersuka ria dan merayakannya dengan menyembelih unta lalu mengusapkan darah hewan itu ke ubun-ubun bayi mereka agar kelak bisa hebat di medan laga. Akan tetapi, jika para istri melahirkan bayi perempuan, mereka bersedih dan malu sehingga tidak segan-segan untuk menguburnya.

Wanita di masa jahiliah juga tidak mendapatkan hak waris jika ayah atau ibu mereka meninggal dunia. Hak waris hanya diberikan kepada laki-laki. Ketika Islam datang, wanita diberi hak waris separuh dari hak laki-laki. Bahkan, seorang istri berhak atas warisan dari suaminya. Bagian wanita memang tidak sebanyak laki-laki. Hal itu karena wanita tidak memiliki tugas dan tanggung jawab menafkahi keluarga, sedangkan lakilaki memiliki tanggung jawab tersebut.

Kondisi terparah yang menimpa kaum wanita dalam tradisi jahiliah adalah seorang istri bisa diwariskan kepada anak-anak. Sudah menjadi rahasia umum bahwa laki-laki pada zaman dahulu terbiasa berpoligami. Tak jarang, seorang tua renta menikahi wanita belia. Ketika suaminya meninggal dunia maka sang istri akan diwarisi oleh anak-anaknya sehingga ia menikah dengan anak tirinya.

Kondisi kaum wanita dalam masyarakat Jawa pada zaman dahulu pun tidak jauh berbeda sehingga ada istilah suwarga nunut neraka katut. Artinya, jika seorang suami ada di surga, istri hanya sebatas menumpang. Namun, jika suami masuk neraka maka istrinya akan ikut masuk neraka.

Di dalam Islam, wanita diangkat derajatnya begitu mulia bagaikan seorang ratu. Dalam masalah warisan, mereka mendapatkan jatah yang sudah tertulis di dalam Al-Quran dan ditetapkan oleh Rasulullah SAW dalam hadis-hadis beliau. Di dalam pemuliaan, Rasulullah SAW menempatkan wanita di tempat yang amat tinggi. Saat seorang sahabat bertanya tentang orang yang paling berhak untuk diperlakukan dengan baik maka Rasulullah menempatkan ibu di tempat yang paling mulia. Beliau menyebut kata “ibumu” sebanyak tiga kali baru kemudian menyebut kata “ayahmu”. Bahkan, dalam sebuah hadis disebutkan bahwa surga terletak di bawah telapak kaki ibu.

Islam menempatkan kaum hawa di posisi terhormat. Hendaknya posisi itu harus tetap mereka pertahankan dengan memiliki akhlak mulia dan melakukan perbuatan-perbuatan terpuji. Di dalam Al- Quran, Allah telah membuat dua perumpamaan wanita baik dan dua perumpamaan wanita jahat. Dua perumpamaan wanita baik adalah Asiyah bin Muzahim, istri Fir’aun dan Maryam binti Imran. Asiyah, meski menjadi istri raja durjana tetapi memiliki sifat dan perbuatan baik. Maryam, wanita yang senantiasa menjaga kesuciannya. Sementara dua wanita yang berperangai buruk adalah istri Nabi Nuh as dan istri Nabi Luth as. Keduanya adalah istri hamba-hamba Allah yang terpilih, tetapi berkongsi dengan orang-orang yang menentang suami mereka.

Buku ini hadir untuk mengajak dan mengingatkan para wanita agar istiqamah di jalan kebenaran, menjaga akhlak, memberikan keteladanan, dan menjaga muru’a wanita. Mereka adalah calon istri yang memiliki pengaruh besar bagi suaminya kelak. Mereka adalah calon ibu yang akan memberikan pendidikan bagi generasi yang akan datang.


Judul Buku : Minhajul Muslimah
Kategori : SEJARAH PERADABAN ISLAM
ISBN : 1234
Penulis : Dwi
Bulan Terbit : Agustus 2017
Ukuran Buku : 15 x 23 cm
Jumlah Halaman : 256
Bonus : App Android
Harga : Rp 74,000

Tinggalkan komentar untuk buku
Minhajul Muslimah
Masukkan Nama Anda!
Masukkan Email Anda!
Masukkan Komentar Anda!
gambar
Masukkan Kode Verifikasi!
Kantor
Jl. Belimbing III No. 26,
Jakarta Timur 131220

Kontak
Telepon : (021) 54623456, 45725235
Fax : (021) 43637645
Email : gentahidayah@gmail.com